Menangis ya, ketika
perasaan tidak tahu bagaimana harus mengekspresikan perasaan. Tentu hanya air
mata yang muncul dengan sendirinya. Aku tidak pernah mengerti. Mengapa pada
saat aku tak ingin menangis air mata itu keluar dengan seenaknya dan mengapa
ketika aku ingin sekali menangis air mata itu tak
kunjung keluar.
Aku
tersadar bahwa air mata tidak mau diperintah oleh mulut atau bahkan pikiranku
tidak dapat mengsugestinya untuk keluar. Air mata hanya milik hati. Hanya hati
yang dapat mengendalikannya.hati itu sangan spesial. Dia memiliki kekuatan.
Karena hati tidak bisa berbohong atau menipu seperti mulut dan pikiran. Ketika
aku tak ingin menangis, hatiku berkata lain aku tidak kuat menahan kekuatan
hati. Air mataku jatuh teruai, sesuai apa yang diinginkan hati. Dengan menangis
hati mengerti bahwa dengan itu aku akan sedikit merasa tenang. Aku pun mengerti
jika aku ingin menangis, hati tidak pernah mengizinkan air mata itu keluar
karena ia merasa itu tidak perlu. Hati tak ingin melihatku menyiakan air mata
untuk hal yang tidak perlu.aku masih bisa tersenyum dan tak perlu menangis
cengeng. Disaat aku berasa kuat dan tak ingin menangis, disinilah hati mengerti
bahwa justru disinilah aku sangat membutuhkan air mata untuk mencari
ketenangan. Untuk itu sekarang aku tak pernah ingin melarang air mata untuk
memunculkan wujudnya dan tak pernah ingin memaksanya untuk muncul.:’)
0 komentar:
Posting Komentar